Tampilkan postingan dengan label kkmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kkmi. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa Indonesia di Libya Gelar Festival Kebudayaan

19 Nov 2010
Menyambung kegiatan Idul Adha 1431H, Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya kali ini gelar Festival Kebudayaan Indonesia di auditorium kampus Islamic Call College (ICC) Tripoli, tadi malam (Jum’at, 20/11).

Dalam sambutannya, Ketua KKMI, Iftah Risal mengatakan selain untuk mendoakan bangsa Indonesia yang sedang ditimpa berbagai bencana alam, acara ini juga ditujukan dalam rangka turut memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para mahasiswa ICC yang berasal dari berbagai Negara.

Meskipun ada beberapa penampilan yang batal karena tidak diperbolehkan oleh pihak kampus, namun acara tetap mengesankan dan berjalan cukup sukses dengan banyaknya penonton memenuhi ruangan sampai akhir pertunjukan.

Acara yang berjalan lebih dari 3 jam ini menampilkan berbagai kesenian diantaranya: musik, marawis, pencak silat, dan teater Merapi.
Selanjutnya....

Mengukuhkan Kembali Aspek Kekeluargaan (Pidato Idul Fitri Ketua KKMI Libya)

9 Sep 2010
Tripoli_ Hari ini Libya memulai hari raya Idul Fitri 1431 H. Meski berbeda dengan mayoritas muslim di negara-negara lain, pemerintah Libya secara resmi telah menetapkan hari raya ini sejak kemarin malam (8/9).

Mengikuti pemerintah, sekitar pukul 07.30 pagi tadi (9/9), Jam'iyah serta pihak kampus KDI menggelar sholat Ied di masjid kampus. Tak ketinggalan, mahasiswa Indonesia yang berada disini pun berbondong-bondong bersama jama'ah yang lain memadati areal masjid.

Usai shalat Ied, mahasiswa Indonesia melalui KKMI menggelar silaturrahim dan halal bi halal bagi semua anggotanya di kampus. Acara yang dipandu oleh Sdr. Muammar Qaddafi ini dihadiri hampir oleh semua mahasiswa Indoensia yang berada di kampus.

Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an oleh Sdr. M. Sahirul Alim, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden KKMI, M. Miftahur Risal dan beberapa perwakilan anggota yang lain. Meski terbilang sederhana, acara berjalan sangat lancar, penuh keceriaan, kehangatan dan rasa kekeluargaan. Usai doa, hidangan siomay spesial menjadi penutup acara spesial di hari spesial ini.


Teks Pidato Presiden KKMI:

Bismillahirrohmanirrohim

Asslamu’alaikum Wr. Wb.

Terlebih dahulu saya ingin mengucapakan selamat hari raya Idul Fitri 1431 H bagi segenap anggota KKMI yang hadir di acara silaturohmi ini maupun yang tidak hadir. Semoga hari ini adalah hari yang membawa keberkahan bagi kita semua. Amin

Saudara/i ku seiman, sebangsa, sekeluarga dan seorganisasi.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang saya anggap penting untuk sesegara mungkin disampaikan. Karena sekarang ini kita sedang didera oleh permasalahan yang membutuhkan penyelesaian secara fundamental dan cepat. Fundamental saja tidak cukup, cepat saja juga tidak cukup. Dua-duanya harus tercakup dalam sebuah pengertian bahwa usaha penyelesaian ini harus cepat dan tidak melupakan inti pokok/akar masalh persoalan.

Pertama saya ingin menyampaikan bahwa Idul Fitri ini adalah satu dari sekian banyak ritual religi keislaman yang terkadang hanya dimaknai sebagai seremonial dan simbolik. Kesibukan membuat makanan, mudik, takbiran bersama, halal bi halal adalah kegiatan normatif yang berlangsung setiap tahun. Betapa besarpun kegiatan tersebut semuanya hanya bernilai simbolik.

Yang membuat hari Raya ini tidak hanya bersifat simbolik adalah apabila kita sebagai umat muslim memanfaatkan momentum ini untuk menata ulang hal-hal yang masih kurang beres. Memaksimalkan hari ini sebagai ajakan untuk kembali kepada pokok-pokok nilai ajaran kemanusiaan dan keagamaan.

Berbicara dalam kacamata Islam, hal itu berarti mengharuskan kita untuk menyantuni fakir miskin, memberantas kebodohan, dan menyebarkan kedamaian semaksimal mungkin, dan seterusnya. Hal-hal pokok itulah yang ditekankan dalam Islam.

Selanjutnya, berbicara dalam kacamata organisasi, maka ada hal pokok yang harus direfresh kembali bertepatan dengan momentum kasih sayang Idul Fitri ini, yaitu : Pengukuhan Kembali Aspek Kekeluargaan dalam Tubuh Organisasi. KKMI yang terselip lafadz "keluarga" di tengah-tengah rangkaian namanya harus benar-benar kita posisikan sebagai al usroh yang mengayomi seluruh anggota keluarganya. Di sini nampaknya kita harus mengartikan lafadz "keluarga" tersebut sesuai dengan konteks keorganisasian.

Saudara/i seiman, sebangsa, seorganisasi...

Dalam beberapa hal, KKMI telah benar-benar tampil layaknya sebuah organisasi pada umumnya. Adanya AD/ART, sistem kepemimpinan yang jelas, program kerja yang rapi, kaderisasi yang normal, dan anggota yang terus berkembang adalah bukti eksistensi KKMI. Ditambah lagi hubungan baik dengan KBRI membuat organisasi ini layak disandingkan dengan organisasi kemahasiswaan lainnya. Alhamdulillah.

Namun, sebagai sebuah keluarga, KKMI belum mencapai derajat keluarga "sakinah" layaknya impian semua keluarga ideal. Program maupun kegiatan yang dilaksanakan meskipun mengalami perkembangan akan bernasib “tanpa nilai” apabila aspek kekeluargaan tidak dirasakan. Kekeluargaan yang saya maksud adalah dengan adanya rasa memiliki terhadap organisasi berikut produk-produknya, dan tentu saja dengan berbagi suka maupun duka, peluang dan hambatan, kekuatan dan kekurangan. Sehingga dengan hal tersebut, antara satu dan yang lainnya bisa saling melengkapi.

Saudara/saudariku seiman, sebangsa, dan seorganisasi

Hal selanjutnya yang mendesak ingin saya sampaikan adalah agar masing-masing pihak dapat menjaga citra KKMI secara khusus dan citra Indonesia secara umum. Bbeberapa waktu lalu KKMI semacam mengalami krisis kepercayaan dari pihak kuliah. Krisis kepercayaan tersebut bahkan sempat membuat beberapa agenda kita terbengkalai. Menindaklanjuti hal tersebut, perlu kiranya agar kita semakin gigih dalam usaha pencintraan organisasi di level eksternal khususnya di mata kuliah. Hal ini harus dimuali sesegera mungkin dan seefektif mungkin. Tentu saja hal itu menjadi tugas kita bersama sebagai sebuah keluarga !!

Perlu kiranya sodara/i untuk memperhatikan hal-hal tersebut. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.



Ketua KKMI Libya

M. Miftakhur Risal

Selanjutnya....

Sahur Bersama di Asrama Pekerja Indonesia

4 Sep 2010

Momen Ramdhan kali ini KKMI secara serius mengoptimalkan kegiatan-kegiatannya pada aspek religi dan sosial. Aspek religi dalam usahanya untuk mencetak kader-kader soleh dan mumpuni, sedang aspek sosial untuk menghidupkan jiwa tenggang rasa antar sesama. Di antara kegiatan yang mewakili dua aspek tersebut adalah sahur bersama di asrama pekerja Indonesia di Aziziah, Libya (28/8/2010).
Mes tersebut berjarak  +  25 kilometer dari sekretariat KKMI (Kampus Kuliah Da’wa Islamia) dan satu-satunya transportasi di malam hari adalah taxi. Sebenarnya
Selanjutnya....

Susunan Pengurus KKMI 2010-2011

7 Agu 2010

Majelis Permusyawaratan Anggota

Ketua                                                    : Sidik Nugroho
Sekretaris                                            : Jiana Ikmal Ma’asy
Bendahara                                          : Joko Haryadi
Anggota                                               : Idris Soleh,Lc
                                                                  M.Nuryadi
                                                                  M.Syamsuddin,Lc
                                                                  Kusworo Nursidk
                                                               
Dewan Pengurus Inti

Ketua                                                    : M.Miftahur Risal
Sekretaris                                            : Fuad Hasanuddin
                                                                  Irham Hudaya
Bendahara                                          : Syamsul Haq
                                                                  Rahmat Arafah
       
Selanjutnya....

SPA: KKMI Resmi Regenerasi

24 Jul 2010
TRIPOLI, Jumat (23/07), tepat pukul 20.00 waktu Tripoli, Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) KKMI secara resmi ditutup. Acara tahunan ini merupakan penutup dari seluruh program organisasi selama satu periode jabatan. Bertujuan sebagai evaluasi akhir serta regenerasi kepengurusan, SPA telah mengagendakan beberapa hal keorganisasian sejak tiga hari kemarin, Selasa, (20).

Bertempat di gedung Nadi Karate, Kampus Kuliyah Dakwah Islamiyah, sidang pertama kali dibuka oleh ketua MPA, Kusworo Nursidik yang dilanjutkan dengan pembahasan tatib serta laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Inti (DPI) dan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS).

Setelah sempat sedikit tegang, dari hasil rapat sidang, dinyatakan bahwa LPJ DPI dan LAZIS periode 2009/2010 diterima secara bersyarat. Sidang menetapkan agar DPI dan LAZIS melengkapi seluruh data yang masih kurang serta merevisi redaksi laporannya.

Pada hari kedua, Rabu (21), agenda pemilu ketua KKMI periode 2010-2011 yang diadakan di basement 209 juga dapat berjalan lancar. Meski sedikit berbeda dari sistem pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, warga KKMi terlihat cukup antusias untuk memberikan suaranya kepada calon yang didukungnya. Hal ini terbukti dengan hamper 96% menggunakan hak pilihnya dari jumlah total pemilih yang mencapai 111 orang.

Untuk hasil pemilu, suara terbanyak diperoleh oleh Sdr. Miftahur Risal dengan jumlah mencapai 49 suara, disusul Sdr. Rahmat Arafah: 47, Syamsul Haq: 8 dan abstain: 2. Dengan ini, Risal resmi terpilih sebagai ketua KKMI untuk periode 2010/2011 ke depan.

Sedangkan untuk pemilihan presidium sidang dan MPA diadakan pada hari ketiga, kamis (22), dengan keputusan Sdr. Sidiq Nugroho, Jiana Ikmal Ma’asyi, Joko hariadi, Idris Sholeh, Lc, Syamsudin, Lc, Kusworo Nursidik dan Nuryadi sebagai anggota MPA terpilih.

Pada hari terakhir, Jum’at (23), sidang mengagendakan pembahasan Garis-garis Besar Program Kerja (GBPK) serta rekomendasi organisasi. sidang ini merekomendasikan adanya penataan dan pendataan oleh KKMI terhadap kegiatan-kegiatan organisasi non KKMI yang berada di kampus disamping itu, m engenai badan LAZIS ditetapkan agar dibahas dengan pihak KBRI Tripoli. (ad)
Selanjutnya....

Liga Daerah KKMI

18 Jul 2010
Pertandingan yang luar biasa!!! Selama dua hari kemarin (16-17/07), Departemen Kesenian dan Olahraga KKMI mengadakan pertandingan mini soccer antar daerah yang dikelompokkan menjadi lima daerah yaitu: Jawa tengah-Jawa timur, Jakarta, Indonesia timur, Jawa barat dan Sumatra.

Pertandingan berlangsung dengan sportif walaupun semuanya berambisi untuk menang. Namun, peraturan harus tetap berlaku bahwa hanya ada satu tim yang bisa menjadi pemenang. Tim Jawa tengah-Jawa timur berhasil menggondol posisi jawara kali ini dengan menyisihkan tim-tim lainnya. Berbagai goal indah telah dicetak oleh Miftahul Risal, Sidiq Nugroho, Zahabi dan Farid.

Tim Indonesia timur merupakan tim terkuat kedua dengan permainan yang cukup cantik dan disusul dengan tim Jawa barat dan Jakarta dengan point yang imbang. untuk tim Sumatra berada dalam urutan terakhir karena sama sekali tidak memperoleh point.

Kemudian untuk top scorer pada event kali ini, disabet oleh Suhandi “udet”, pemain asal Lombok yang tergabung dalam tim Indonesia Timur.

Berikut hasil perolehan poin dari tiap tim:



Jadikanlah olahraga sebagai ajang untuk mempererat ukhuwah. dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Salam olahraga.

Selanjutnya....

KKMI: Pemilu Senyaman Mungkin

15 Jul 2010
Menilik perkembangan KKMI akhir-akhir ini, minimal dari tahun 2006 hingga medio 2010 ini, kita mendapat suguhan “menarik” seputar selalu adanya “konflik” di tubuh KKMI. Di awal tahun 2006 hingga akhir 2007 konflik terjadi antar kepentingan ormas yang berada di tubuh KKMI. 2008 konflik terjadi antara KKMI dan KBRI bahkan hingga menyulut pemutusan hubungan sementara antar keduanya. Tahun 2009 konflik terjadi antara KKMI dan Pihak Kampus dan sempat mengakibatkan dibekukannya seluruh kegiatan KKMI selama hampir 2 bulan. Dan di tahun 2010 konflik terjadi karena ketiadaan komitmen terhadap putusan organisasi seputar temus haji.

Sebenarnya, konflik adalah sebuah keniscayaan. Tidak mungkin orgnisasi sebesar KKMI berjalan maju-lurus tanpa adanya konflik. Toh, konflik juga yang dalam sejarah mengantar manusia menuju peradaban dan perkembangan. Yang perlu disiapkan sebetulnya adalah manajemen konflik. Bagaimana mengatur konflik agar tidak merembet luas, bagaimana meminimalisir dampak konflik terhadap keutuhan organisasi, dan bagaimana membangun solusi atas konflik yang mungkin akan muncul.

Nilai antisipatif tersebut nampaknya dipahami betul oleh seluruh anggota MPA 2009-2010 dalam menelurkan program dan rancangan baru mereka seputar pemilu KKMI 2010. Minimal hal itu menjadi satu dari sekian pertimbangan dalam menyusun program ini. Model pemilu lama dianggap rawan intrik dan konflik. Pemilu lama juga berdampak pada minimnya kesiapan pemimpin baru karena dipilih pada detik-detik akhir pemilihan. Meskipun secara dlohir pemilu model lama lebih “kekeluargaan”, namun bisa ditangkap beberapa kejanggalan dalam metode ini, antara lain:

Pertama; pemilihan anggota Majelis Permusyawaratn Anggota (MPA)yang sering disalahgunakan untuk menjerumuskan lawan agar tidak masuk bursa calon ketua eksekutif (DPI) KKMI.

Kedua; Didahulukannya pemilihan anggota MPA mengakibatkan minimnya alternatif tokoh-tokoh yang berpotensi menjadi ketua DPI.

Ketiga; Tidak adanya kampanye mengakibatkan visi-misi dari para calon menjadi tidak jelas.

Keempat; Waktu pemilu yang sempit (hanya beberapa menit) memungkinkan tidak tersalurkannya suara dari sekian banyak anggota yang sebenarnya ingin memilih.

Kelima; Tidak adanya proses pendaftaran, seleksi, dan kampanye mengakibatkan calon ketua minim persiapan untuk diajukan sebagai kontestan pemilu, dan sebagainya

Sistem pemilihan yang coba digulirkan untuk tahun ini dan tahun-tahun seterusnya (semoga) diharapkan bisa meminimalisir kejanggalan-kejanggalan tersebut. Terutama mengacu kepada pentingnya membangun organisasi di atas asas kekeluargaan yang profesional. Dan saya sendiri berpikir bahwa kampanye, penjabaran visi-misi, pemilu terbuka, dan sebagainya tidak bertentangan sama sekali dengan asas kekeluargaan yang sudah lama dianut organisasi. Pun tidak bertentangan dengan asas Islam yang menjadi ruh organisasi.

MPA sebagai kumpulan wakil anggota tentunya tidak gegabah dengan memutuskan sistem baru ini secara sepihak. Usah-usaha MPA sudah dimulai dengan pendalaman materi, penyebaran angket, dan rapat dengar pendapat dan uji publik pada 27 Juni 2010 ini. Tentu saja model baru ini harus disempurnakan bersama-sama, tidak menjadi beban MPA sepihak. Sejauh ini tanggapan anggota sangatlah positif, minimal dari hasil jejak pendapat beberapa waktu yang lalu. Kalaupun ada perbedaaan, hanya mengenai detik-detil teknis pemilu tidak pada penolakan sistem baru ini. Intinya hampir semua setuju diadakannya pemilu yang nyaman bagi semua, pemilu yang dirancang secara profesional dan bersifat terbuka. Selanjutnya, ujian sesungguhnya berada di kesiapan anggota seluruhnya. Kesiapan untuk mengadopsi sistem baru, dan kesiapan mengawalnya dari awal sampai akhir.
Selanjutnya....

Visi Misi Calon Ketua DPI KKMI Periode 2010-2011

13 Jul 2010
Rahmat Arafah A
No Urut: 01

Visi : KKMI Progresif-Kontributif
Misi :
1. Membangun KKMI yang kokoh melalui pembenahan Internal KKMI yang meliputi sistem administrasi,birokrasi dan komunikasi.
2. Membangun SDA KKMI yang berkualitas melalui apresiasi minat bakat dan pengembangan potensi serta kreatifitas.
3. Meningkatkan daya tawar, citra organisasi dan hubungan strategis dengan kampus, organisasi internal kampus, WNI di libya, pemerintah indonesia dan organisasi eksternal kampus.
4. Meningkatkan kontribusi nyata terhadap peningkatan suasana kondusif di lingkungan kampus.
5. Meningkatkan peran aktif fungsi organisasi kemahasiswaan melalui kepedulian sosial serta kepekaan terhadap isu-isu strategis yang berkembang baik di lokal indonesia, regional maupun internasional

Jargon :
“Satu Untuk Semua. Semua Untuk Satu. Pilihlah No. Satu. Bersatu Kita Maju.”


===========================================

Miftahur Risal No Urut: 02

1. Stabilitas Internal

Prioritas utama kami adalah menciptakan stabilitas internal KKMI. Tidak ada yang lebih penting dari persatuan, keutuhan, dan kedaulatan orgaisasi. Sehubungan dengan hal tersebut, problem yang muncul di tengah-tengah KKMI akhir-akhir ini terasa (sedikit) mengganggu stabilitas internal. Tetapi itulah sejatinya tantangan persatuan kita, dan ujian bagi kedewasaan kita. Tidak menutup kemungkinan bahwa konflik maupun problematika lain akan menghampiri KKMI di masa yang akan datang. Asalkan semua pihak menguasai manajemen konflik, dan tetap mengedepankan asas kekeluargaan, masalah apapun akan teratasi dengan baik.

Adapun strategi untuk merealisasikan stabilitas internal organisasi tersebut bisa saya kategorikan dalam tiga strategi utama :
a. Pemilahan antara masalah organisasi KKMI dan non-KKMI.
Sejatinya banyak problem-problem KKMI selama ini yang secara rancu tercampur antara masalah KKMI dan di luar KKMI. Pada akhirnya KKMI dengan sangat sibuk mengurusi masalah tersebut dan meninggalkan prioritas-prioritas lainnya. Dengan mengidentifikasi akar masalah, maka solusipun akan mudah didapat, dan KKMI secara tepat telah mengamalkan asas “hemat energi”.
b. Kedaulatan anggota
Kesuksesan organisasi terletak di tangan anggota. Lebih tepatnya tergantung kepada sinergi antara pemimpin dan anggota. Organisasi KKMI akan kuat apabila di sekitar pemimpinnya adalah orang-orang yang “kuat”, yaitu orang-orang yang secara kuat merasa memiliki dan mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap organisasi.
c. Dialog Intensif
Islam sebagai asas organisasi KKMI adalah agama dialog. Tidak ada persoalan_sepelik apapun persoalan tersebut_ yang tidak terselesaikan dengan dialog. Dialog yang intensif akan memacu iklim sehat organisasi dan wujud nyata dari dinamika kemahasiswaan

2. Iklim “Ilmiah”
Ini merupakan tanggung jawab akademis yang ingin kami jadikan tanggung jawab organisasi. Artinya, kecenderungan anggota KKMI harus dikembalikan ke jati diri intelektualnya. Semua juga pasti sadar bahwa tujuan utama mahasiswa adalah belajar. Yang perlu KKMI lakukan hanyalah menjadikan ini sebagai “common issue”(isu bersama). Sehingga dengan sadar dan tanpa paksaan seluruh elemen mahasiswa akan bahu membahu untuk membangun iklim ilmiah ini di tengah-tengah organisasi.
Adapaun langkah untuk mewujudkan tujuan di atas terbagi menjadi 2 strategi utama :
a. Penguatan kembali Departemen-departemen terkait dengan memposisikan tokoh-tokoh visioner sebagai pionernya, dan mengefektifkan kegiatan yang ada.
b. Membuka selebar-lebarnya pintu dialog, diskusi ilmiah, dan bahkan debat ilmiah yang mengarah kepada pembentukan karakter mahasiswa yang tercerahkan.


3. Fungsi Sosial Eksternal Organisasi
KKMI yang hidup di tengah-tengah publik harus menempatkan dirinya sebagai “makhluk” yang terus berinteraksi. Interaksi dengan kampus, masyarakat Indonesia, KBRI, maupun pihak-pihak eksternal lainnya. Fungsi sosial tentunya bisa diejawantahkan menjadi beberapa sikap :
a. Kontrol sosial bagi masyarakat/publik
b. Sumbangsih nyata bagi masyarakat/publik
c. Aktualisasi diri dengan perubahan masyarakat/publik
Ketiga sikap di atas tentunya dibarengi dengan tetap menjaga wibawa organisasi dan karakternya.

4. Pemberdayaan Perempuan
Organisasi harus bisa secara tepat memberdayakan anggota-anggotanya. Memaksimalkan setiap anggota sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat. Dan anggota KKMI secara resmi bukanlah mahasiswa(putra) saja, tetapi juga ada unsur kedua berupa mahasiswi. Dengan jumlah yang semakin banyak, pastilah ide, kreatifitas dan kemampuan juga semakin banyak. Artinya, jika unsur pertama dan kedua tidak disinergikan, maka kita telah kehilangan potensi besar organisasi.


================================================

Samsul Haq No Urut: 03

I P I N
Independen, Persatuan, Intelektualitas dan Nasionalisme
( No urut 3 )

Prolog
Tahun 1997 merupakan awal berdirinya organisasi mahasiswa yang kental dengan unsure kekeluargaan dan persatuan, dengan berasakan Islam maka dibentuklah wadah khusus bagi mahaasiswa Indonesia di Tripoli Libya sekaligus sebagai payung pengemban amanah guna mengatur kemaslahatan mahasiswa. Organisasi tersebut diberi nama Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia yang disingkat KKMI.

Organisasi ini Tidak terbatas pada upaya pembinaan insan muslim yang memberikan contoh bagi masyarakat atau lingkungan internal mahasiswa, namun, KKMI pun menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat sekitarnya. Karena sudah kewajiban bagi mahasiswa dan bertanggung jawab atas terwujudnya lingkungan yang independen, intelektualitas, sekaligus menumbuhkan nasionalisme dan perdamaian. Dan ini telah termaktub di dalam pembukaan UUD 1945 yaitu: “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kepada: ketuhanan yang maka esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Sejalan dengan pembukaan UUD 45 ini maka dibentuklah KKMI yang diberikan symbol berupa rantai, kertas dan pena, kubah masjid dan bulan, merah putih, segi delapan, dan lingkaran. Yang memiliki arti filosofis bahwa organisasi KKMI ini adalah sebuah persatuan mahasiswa Institut Dakwah Islamiyah yang tetap mempertahankan nasionalisme dan kemandiriannya.

Sejatinya, sebuah wadah organisasi akan terlihat keberhasilannya bila organisasi tersebut memiliki visi dan misi yang jelas. Dengan adanya kejelasa visi dan misi dalam sebuah organisasi nantinya akan memetik hasil yang maksimal dan memuaskan.

Menahkodai kapal KKMI merupakan sebuah tangung jawab besar, karena penumpangnya silih berganti disetiap akhir tahun ajaran baru, akan tetapi, ini merupakan kelebihan juga bagi organisasi kita dari organisasi lainnya, dengan adanya SDM baru di setiap pelabuhan awal tahun ajaran, kita harapkan nantinya dapat menutupi kekurangan-kekurangan anggota dan menghidupkan kembali loyalitas terhadap KKMI.


Visi
Mewujudkan organisasi yang Independen, memegang erat tali Persatuan, Intelektualitas, dan menjaga rasa Nasionalisme ( IPIN ).

Misi
1. Menjadikan organisasi sebagai pelayan horisontal. Yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan terhadap anggota, menjamin kebebasan mengemukakan pendapat, serta memiliki rasa aman dan damai terhadap segala bentuk perbedaan yang ada.
2. Meningkatkan fungsi pendidikan dan kaderisasi dilingkungan internal mahasiswa.
3. Menegaskan kembali hubungan KKMI dengan pihak eksternal diluar KKMI.
4. Menciptakan citra luhur Negara di pandangan organisasi-organisasi kampus dan eksternal kampus.
Selanjutnya....

Malam Penutupan Olimpiade KKMI 2010

25 Apr 2010
Luar biasa! Sebuah kalimat ini yang mampu saya ucapkan begitu pagelaran Penutupan Olimpiade KKMI 2010 dan Tasyakuran Ahmad Fihri, M.A. yang ditutup pada pukul 01.30 dini hari, Sabtu (24/4) kemarin.

Acara yang diadakan di Mudarroj Ta’hiliy tersebut ternyata mampu menyedot perhatian mahasiswa dari negara asing. Nampak dua mahasiswi Spanyol tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikan Maskot Olimpiade berjoget-joget di atas panggung.

Sedari awal, kepanitiaan acara yang dikawal oleh Hardiyatullah, Noval Novriansyah, dan Ali Luthfi Lubis untuk KKMI-yiin, serta kerjasama panitia putri (untuk KKMI-yaat), terlihat bekerja keras dan memeras otak agar mampu melahirkan “berbagai surprise baru” pada tahun ini. Setidaknya mereka ingin mempertahankan tradisi bagi KKMI yang penuh dengan inovasi, kreasi dan ide-ide segar.

Maka, kita pun telah menyaksikan perlombaan-perlombaan tradisional seperti Tarik Tambang, Joget Tomat, dan Lari Enam Kaki yang menyelingi tiga cabang olahraga bergengsi; sepak bola, volley, dan basket.Begitu juga cabang perlombaan untuk rekan-rekan mahasiswi, ada Komunikata, Badminton, Mencari Jejak, dan Senam Kreasi.

Yang membuat acara tahunan tersebut semakin menarik adalah keberuntungan-keberuntungan yang dimiliki tim-tim “underdog” hingga mampu merepotkan lawan-lawan tangguh mereka. Persaingan memperebutkan gelar Juara Umum pun semakin ramai ketika medali-medali berhasil terbagi merata kepada tim-tim peserta. Tidak ada dominasi sebuah tim.

Dan kesempurnaan barangkali menjadi kata yang pantas kita sematkan ketika setiap tim berhasil menampilkan kreasi-kreasi terbaik mereka. Dimulai dengan teatrikal singkat sarat dengan pesan moral untuk para wakil rakyat oleh Gargares Fc yang menjadi juara satu, Deddy Corbuzer ala Tarhuna yang mampu menyihir para penoton, Drama Casting kreatif Lubdah, puisi Palestina yang mampu mengajak kita menyelami krisis Palestina, puisi Ibu yang dibawakan Gurji, hingga Info Pojok Zeletin.

Begitu pula penampilan perdana musisi muslimah kita, Ade Husna dan Luluk, juga demo spektakuler pencak silat Rico dan kawan-kawan, serta teatrikal Sholeh Amin and friends, semakin mengokohkan kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan kesenian.

Tak ketinggalan, santapan jasmani khas Indonesia, Lontong Sayur Kangen, sebagai wujud tasyakuran saudara Ahmad Fihri, M.A pun dihidangkan di sela-sela acara. Pada kesempatan itu pula beliau meluapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan nikmat yang tak berhenti hingga kini; kelulusan tamhidi, walimah ursy, gelar Master yang disabet dengan predikat Mumtaz (Cum Laude), ulang tahun beliau, dan insya Allah kelahiran putra pertama beliau pada Juni esok. Beliau juga berterima kasih kepada KKMI dan semua pihak serta memohon maaf atas segala kekurangan sebelum pamit meninggalkan Tripoli dalam waktu dekat ini.

Selamat kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam penyuksesan Olimpiade KKMI 2010 kali ini. Bravo Olah Raga! Bravo KKMI!

Berikut adalah juara serta hasil perolehan medali dalam olimpiade KKMI 2010:


Selanjutnya....

Surat Terbuka KKMI

18 Apr 2010
Surat terbuka ini ditujukan kepada Ketua DPR-RI, Wakil-Wakil Ketua DPR-RI dan Para anggota DPR-RI, dan disampaikan melalui beberapa anggota DPR yang sempat berkunjung ke Libya dalam rangka meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia-Libya pada beberapa hari kemarin.

Surat ini berisi 19 butir tuntutan yang merupakan aspirasi anggota KKMI yang kemudian dikonsolidasikan dalam rapat internal pengurus.
-----------------------------------------



SURAT TERBUKA

Kepada:
Yang terhormat,
Ketua DPR-RI, Wakil-Wakil Ketua DPR-RI dan Para anggota DPR-RI

Assalamualaikum Wr.Wb.

Setelah melakukan rapat konsolidasi internal, kami dari Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) / PPI Libya yang mewakili seluruh mahasiswa Indonesia di Libya yang berjumlah 124 orang, menyampaikan aspirasi sebagai berikut untuk disampaikan dan diperjuangkan kepada pihak-pihak yang terkait :

1.Menuntut pembentukan atase pendidikan di KBRI Libya sehingga pembinaan, pengembangan, dan pendanaan potensi dan kegiatan mahasiswa Indonesia yang ada di Libya dapat berjalan secara optimal.

2.Menuntut penghapusan syarat calon Tenaga Musiman Haji (Temus Haji) yang hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Strata-2 yang dikeluarkan oleh Konsulat Jenderal Haji Jeddah-Departemen Agama Republik Indonesia karena tidak sesuai dengan perbandingan jumlah antara mahasiswa Strata-1 dengan Strata-2, yang mana 90 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa Indonesia di Libya merupakan mahasiswa Strata-1.

3.Menuntut kepada Departemen Agama Republik Indonesia untuk menambah kuota Tenaga Musiman Haji (Temus Haji) bagi mahasiswa Libya dari 6 mahasiswa menjadi minimal 20 mahasiswa, sehingga proporsional dengan jumlah mahasiswa Indonesia di Libya.

4.Menuntut pembebasan fiskal bagi seluruh pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

5.Menuntut penyediaan skema pinjaman lunak dan beasiswa untuk menunjang partisipasi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

6.Merekomendasikan peningkatan kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Libya berupa peningkatan peluang beasiswa ke universitas dan lembaga pendidikan di Libya maupun memasarkan lembaga pendidikan tinggi Indonesia ke masyarakat Libya.

7.Merekomendasikan peningkatan peran pemerintah dalam memfasilitasi kerjasama di bidang sosial kemasyarakatan antara lembaga amal sosial Indonesia-Libya.

8.Merekomendasikan peningkatan kerjasama dengan pihak-pihak di Libya dalam pendanaan riset-riset potensial anak bangsa.

9.Menuntut penegakan supremasi hukum secara konsisten dan berani oleh semua institusi negara baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif khususnya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia karena tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang membutuhkan cara-cara yang tegas dan luar biasa dalam pemberantasannya. Dalam hal ini kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang telah diambil oleh DPR – RI dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

10.Menuntut negosiasi dan peninjauan ulang secara berani dan rasional terhadap seluruh KKS (Kontrak Kerja Sama) / KPS (Kontrak Production Sharing) di bidang migas / KK (Kontrak Karya) di bidang non-migas dengan perusahaan-perusahaan asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.

11. Menuntut kepada DPR-RI untuk secara serius menggunakan hak dan kewenangannya dalam mewujudkan kemandirian bangsa dengan : menghentikan penjualan aset-aset negara, meninjau ulang kesepakatan perdagangan bebas, dan menguatkan pengusaha-pengusaha lokal Indonesia.

12.Menuntut kepada DPR-RI untuk terus mengawal pelaksanaan alokasi 20 % APBN untuk pendidikan.

13.Menuntut upaya pro-aktif dari DPR-RI dan pemerintah Indonesia dalam : perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dan penyelamatan Masjid Al-Aqsha dari upaya-upaya penghancuran oleh Zionis Israel.

Wassalamualaikum Wr.Wb


Tripoli, 14 April 2010
Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia

Ketua : Citrawan Kisman Djiho
Sekretaris : Agus Supriadi
Mengetahui,
Ketua MPA : Kusworo Nursidik

Selanjutnya....

Evaluasi Caturwulan II KKMI

Mengevaluasi setiap langkah yang telah ditempuh merupakan prasyarat untuk bisa maju. Begitu pula dalam berorganisasi, evaluasi merupakan suatu yang sangat urgen dalam rangka membuat organisasi itu bisa eksis, menjadi lebih baik dan tidak melenceng dari tujuan semula. mengetahui apa saja hasil yang telah dicapai serta apa saja kelemahan dan kekurangan yang timbul ditengah jalan merupakan cara dalam mencapai tujuan tersebut.

Hari Sabtu, 17 April 2010 kemarin, KKMI melalui Majlis Permusyawaratan Anggota (MPA)-nya telah melakukan sidang evaluasi keduanya untuk periode 2009-2010 yang diadakan di gedung Nadi Karate, komplek Kulliyah Dakwah Islamiyah Tripoli. Acara yang bertemakan “Sidang Evaluasi Caturwulan II DPI dan LAZIS KKMI 2009/2010” itu dibuka dengan ketokan palu pertama oleh pimpinan pertama sidang, Kusworo Nursidik sekitar pukul 09.30 waktu setempat.

meski jumlah anggota yang hadir kurang seperti yang diharapkan, namun acara ini tetap dilaksakanan sebaik dan sefesien mungkin.Di hadapan pengurus MPA dan para anggota KKMI, evaluasi dilakukan dengan melaporan kinerja Dewan Pengurus Inti (DPI) KKMI yang dibacakan oleh presiden KKMI, Citrawan K.D. Laporan ini berisi tentang semua hasil dari program kerja yang telah diusahakan dan dicapai oleh para pengurus di DPI KKMI selama caturiwulan kedua ini.

Selesai pembacaan laporan DPI oleh Presiden KKMI, laporan berikutnya dilakukan oleh Lajnah Zakat, Infaq dan Sedekah (LAZIS) KKMI dan laporannya dibacakan oleh Maikel Arnes untuk kemudian diikuti dengan termin evaluasi berupa pertanyaan, kritik serta saran dari MPA maupun anggota atas kebijakan serta kinerja yang telah dicapai oleh kedua badan di KKMI ini.

Beberapa masalah yang menjadi sorotan antara lain seperti soal laporan keuangan yang terlihat sedikit ada masalah akibat adanya beberapa kesalahan teknis dalam penulisannya, hubungan KKMI dengan masyarakat luar serta organisasi-organisasi lain termasuk dengan PPI dunia, perkembangan dakwah serta peran KKMI dalam hal pendidikan di masyarakat luas, serta peran dan exsistensi badan LAZIS ke depan yang terlihat memerlukan perombakan tidak hanya secara structural namun juga dari segi lembaga yang memayunginya agar bisa lebih fungsional.

Selesai termin kedua tersebut, pada sekitar pukul 14.00 sidang ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa kafaratul majlis bersama yang kemudian disusul dengan ketukan palu tiga kali oleh Irham Hudaya sebagai pimpinan terakhir pada sidang evaluasi kedua ini.(aad)

Selanjutnya....

nama-nama calon mahasiswa baru yang telah mendapatkan visa

28 Okt 2009
kabar terbaru tentang nama calon mahasiswa baru di Kulliyah dakwah Islamiyah, Tripoli-Libya, yang telah tertempel di papan pengumuman kantor 'alaqot, ada 19 nama yang telah mendapatkan visa :

1. Dinpresta Sisudirman
2. Muhammad Dick Hidayat Ratu Loli
3. Nurlaili Rohmawati
4. Fauzi Ridwanul Haq
5. Rico Hamdani
6. Muhammad Syahirul Alim
7. Faris Smith
8. Muammar Kadafi
9. Zaki Imamuddin
10. Tubagus Kesapurwasandi
11. Farid Rohman Hakim
12. Fauzan

13. Hafsah Nurlaila
14. Adi Husna Aminudin
15. Muhammad Yusuf Hadad
16. Ahmad Dzahabi bin Ahmad
17. Suhendi ibnu Sholihin
18. Ahmad Sholeh Amin
19. Widad Abdullah

Untuk keterangan selengkapnya bisa menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru.

Contact person :
Suharli +218922321423
Fakhri +218922497121
Selanjutnya....

PANITIA FORTASI 2009-2010

20 Okt 2009

Penanggung jawab : Majelis permusyawaratan anggota KKMI
Ketua Dewan Pengurus Inti KKMI
Bag Pendidikan dan Kaderisasi KKMI

Ketua : Eling Fanny Ardhiyanto

Sekretaris : Agus Supriadi /A. Ridho Rahman

Bendahara : Syamsul Haq



Seksi-seksi
Acara : Suharli
Noval
Hardiyatullah

Pendidikan : Mukhlis Lubis
Fuad Hasanuddin

Humas : Hendi Nugraha
Syahruwardi
Rifqi

Kesejahteraan : Ali Amril
Ari Wildan
Dede Riki

Publikasi dan Dokumentasi
: Ahmad Fakhri Selanjutnya....

Profil KKMI

21 Sep 2009
1. PEMBUKAAN

Indonesia yang terkenal dengan kemajemukannya memiliki cerita tersendiri tentang mahasiswanya. Mahasiswa yang sejak awal kemerdekaan RI memberikan kontribusi positif bagi perkembangan nasional, perlahan menjelma menjadi komunitas sosial paling kritis dan peka terhadap perubahan. Hal ini tentu saja adalah berkah demokrasi Indonesia yang senantiasa menuju kea rah yang lebih baik. Di tengah iklim kondusif Indonesia, mahasiswa juga tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai sebuah komunitas yang mempunyai tugas prioritas sebagai pencari ilmu agar mendukung perkembangan ilmu pengetahuan tanah air. Tanggung jawab akademis dan sosial adalah konsekuensi logis dari perannya sebagai mahasiswa.

Mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri memiliki identitas, peran, dan tanggung jawab yang hampir sama. Bahkan, dengan iklim luar negri yang membuat mahasiswa lebih luas dalam bersentuhan dengan dinamika dan beragam kebudayaan dunia yang plural akan membentuk karakter khas dan memiliki tanggungjawab yang lebih besar. Walaupun jumlahnya minoritas, tumpuan dan harapan masyarakat Indonesia terhadap mahasiswa sangatlah besar.

Adalah mahasiswa Indonesia di Libya, sebagai bagian dari komunitas mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri dan termasuk aset bangsa yang memiliki dinamika dan peran tersendiri. Mahasiswa Indonesia di Libya, sebagai sebuah contoh komunitas aktifis bangsa dan juga pencari ilmu senantiasa berusaha untuk mewujudkan idealita kemahasiswaan. Keberadaannya walaupun dalam jumlah terbatas, tetap memiliki dinamika dan ciri khas sendiri. Lembaga akademis (organisasi) kemahasiswaan Indonesia yang mereka bentuk merupakan bukti nyata yang konkrit atas upaya kerja mereka. Dengan demikian seluruh aspirasi, inspirasi, dan kreativitas mahasiswa dapat tersalurkan dengan manajemen yang tersedia di dalam organisasi tersebut.

Di sisi lain, organisasi mahasiswa Indonesia Libya juga merupakan suatu wadah keilmuan, pusat pembinaan dan pengembangan yang efektif bagi mahasiswa demi menciptakan insan muslim akademis, beramal, berkepribadian, dan bertanggung jawab. Selain itu, diharapkan bisa berfungsi sebagai pemersatu kehidupan bermasyarakat dalam rangka menggalang Ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa Indonesia khususnya, dan mahasiswa luar asing serta masyarakat Indonesia di Libya pada umumnya.


2. LATAR BELAKANG

Libya adalah sebuah negeri sosialis. Ketika tahun 1987 diberlakukan embargo terhadap Libya sebagai akibat dari konflik politis, mulailah Libya dikucilkan dalam pergaulan dunia internasional, bahkan dikenal sebagai negeri teroris. Sebagai efek langsung maka kristalisasi karakter sosialistik Libya semakin mapan, dimana alasan-alasan keamanan dan politis selalu menjadi dasar utama dalam mengambil sikap. Semua perangkat yang berkenaan dengan kepentingan umum secara langsung berada di bawah kontrol dan kekuasaan pemerintah dengan alasan sama. Demikian pula kontrol diadakan sampai ke tingkat sosial terendah seperti penduduk biasa dan mahasiswa.

Tindakan proteksi nyata dilakukan dimana–mana, umpamanya kebebasan berpolitik, memperoleh informasi dan menyatakan pendapat tidak diberi saluran secara wajar. Kondisi politik seperti ini menghasilkan suatu masyarakat yang juga tertutup, saling curiga dan sensitif. Dalam suasana seperti inilah mahasiswa Indonesia hidup dan bersosialisasi di Libya.

Libya yang protektif terhadap negara asing, membuat informasi mengenai pendidikannya pun sangat terbatas. Kondisi ini berlangsung sampai tahun 1997, meskipun sesungguhnya kedutaan Libya telah dibuka di Jakarta pada tahun 1992. Pada tahun itu pengiriman mahasiswa mulai koordinatif dengan organisasi sosial keagamaan di Indonesia, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Wasliyah, dan lain-lain.

Setelah dicabutnya embargo pada tahun 2003 dengan kesediannya untuk menyelesaikan kasus-kasus teroris yang pernah dilakukannya, Libya mulai membangun hubungan kembali dengan dunia internasional. Hal ini memberikan dampak positif terhadap segala aspek, politik, ekonomi, sosial dan pendidikan.

Dengan peran aktifnya Libya di bidang kemanusian serta kerjasamanaya di kancah internasional, menjadi bukti nyata akan keinginannya untuk semakin maju dan terbuka. Gelar negeri teroris pun mulai pudar dengan terhapusnya Libya dari daftar negara-negara penyokong teroris. Semua ini membuat mata dunia semakin terbelalak dan mulai tertarik untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang. Maka terciptalah Hubungan dalam bidang pembangunan, ekonomi, sosial, politik, pendidikan, yang terlihat dengan berdatangannya tamu-tamu negara ke Negeri Hijau ini, baik itu tokoh politik maupun agama.

Perguruan Tinggi di Libya yang menjadi tujuan belajar mahasiswa Indonesia sampai saat ini adalah Kuliah Da'wah Islamiah yang terletak di Ibukota Libya Tripoli. Kuliah Da'wah adalah sebuah lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Jam’iyah Da'wah Islamiyah yang didirikan pada tahun 1974. Jam’iyah Da'wah sendiri didirikan pada tahun 1972. Kuliah Da'wah adalah sebuah institut Da'wah yang memfokuskan mahasiswanya pada pendidikan Da'wah untuk mencetak alumni-alumninya sebagai da'i (muballigh) yang kapabel dan berdedikasi tinggi, dan juga merupakan satu-satunya PT di Libya yang mengkhususkan diri mendidik mahasiswa asing yang datang dari sekitar 98 negara di dunia. Pada awal tahun pembukaannya, mahasiswa Indonesia sudah mulai ada yang belajar di tempat tersebut, walaupun jumlahnya sedikit. Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah

Jumlah mahasiswa yang belajar di Kuliah Da'wah berkisar 900-an mahasiswa. Mayoritas pelajar datang dari Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara beberapa dari Eropa dan Amerika Latin. Karena lembaga ini berorientasi pada pembinaan Da'wah maka mahasiswa tidak terlalu diarahkan untuk menguasai disiplin ilmu bidang tertentu sebagai spesialisasi. Karena itu pula jumlah mata kuliah yang diajarkan dalam setiap tahunnya cukup banyak, yaitu berkisar antara 15-16 mata kuliah. Akan tetapi setiap individu dari para mahasiswa berusaha dengan semaksimal mungkin agar memperoleh yang akan ia bawa sebagai bekal ketika pulang ke tanah air ketika lulus dari Kulliyah ini. Ilmu dibangku kuliah saja bukanlah sebagai jaminan akan keberhsilan seseorang di masa depan. Banyak kita dapatkan para tokoh-tokoh terkemuka di Nusantara yang mana tingkat pendidikannya sangat tinggi serta memperoleh nilai yang luar biasa bagusnya, akan tetpai bila tidak diimbangi dengan perilaku atau akhlak, maka itu semua tidak akan ada artinya.

Kuliah Da'wah memberikan fasilitas yang cukup memadai bagi para mahasiswa semenjak diterimanya mereka melalui ujian di negara masing-masing. Calon mahasiswa mendapat biaya akomodasi seperti tiket dan fiskal. Bangunan kuliah Da'wah berada satu kawasan dengan kantor Jam’iyah Da'wah itu sendiri. Semua aktifitas mahasiswa dilaksanakan dalam lingkungan Kuliah yang fasilitas pendidikannya dibangun secara integrated. Jadi lingkungan Kuliah mencakup kampus, perpustakaan, masjid, asrama, rumah makan, Bank, kantin, sarana olahraga, aula pertemuan dan klinik sederhana. Para mahasiswa mendapat pelayanan gratis mulai tempat tinggal, makan, buku, kursus dan uang saku.


3. IDENTITAS DAN SEJARAH SINGKAT KKMI

Organisasi ini dinamakan KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) Karena eksistensi KKMI sebagai lembaga kekeluargaan mahasiswa Indonesia Libya yang mencerminkan keuniversalan Islam dan Bineka Tunggal Ika. Hal ini diindikasikan dengan keberagaman anggota KKMI itu sendiri, baik secara tanah kelahiran, suku, budaya, basic pendidikan sampai ORMAS Islam Indonesia yang merekomendasikan anggota KKMI untuk melanjutkan pendidikan di Libya Mahasiswa Indonesia cukup beragam.

Jumlah mahasiswa yang ada saat ini adalah 124 orang. Keseluruhan mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang organisasi yaitu : MUI, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad, NU dan Jam’iyah Washiliah. Dari segi latar belakang pendidikan umumnya mereka adalah lulusan pesantren. Demikian juga keragaman daerah asal yaitu : Sumatera (Medan, Padang, Riau dan Bengkulu), Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Lombok, serta Irian Jaya Seluruh mahasiswa Indonesia di Kuliah Da'wah terkumpul dalam wadah organisasi yang menjadi lokomotif utama dinamika mahasiswa Indonesia.

Organisasi mahasiswa Indonesia di Libya ini pada mulanya bernama Persatuan Pelajar Indonesia di Libya (PPI-Libya). Dan pada tanggal 2 Rabi’ul Awal 1418 H bertepatan dengan hari Senin 7 Juli 1997 M berubah nama menjadi KKMI. Tujuan didirikannya organisasi ini selain untuk mewadahi seluruh dinamika mahasiswa, juga menjadi pelindung bagi mahasiswa Indonesia. Disamping organisasi ini juga menjadi jalur penghubung antara mahasiswa Indonesia dengan dunia luar, dimana kontak-kontak dengan berbagai lembaga dan organisasi kemahasiswaan diadakan melalui organisasi ini.


4. TUJUAN

Adapun tujuannya Sebagai berikut:
قال جلّ ثنا ؤه : وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ
Artinya: “Dan berpegang teguhlah kalian semua pada tali (agama) Allah, dan jangnalah kamu bercerai berai.” (QS :3, Al-Imran : 103)
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya: “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS:Al-Maidah : 2)

Sebagai representasi kalam Ilahi di atas, maka KKMI berupaya memfasilitasi mahasiswa Indonesia Libya untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian KKMI akan semakin mudah mengarahkan anggotanya menjadi insan akademis yang beriman, beramal, bertanggung jawab dan bertakwa kepada Allah SWT yang pada akhirnya KKMI dapat mencetuskan kader-kader islami penerus perjuangan dan perkembangan ummat, bangsa dan negara sehingga terpelihara harkat serta martabat agama dan bangsa.

Kepedulian KKMI terhadap dunia keilmuan dan kreativitas tidak hanya terfokus pada pengembangan kualitas dan potensi anggota bahkan mencoba melebarkan sayapnya dan mensosialisasikan eksistensinya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di Libya. Adanya kegiatan keagamaan di kalangan masyarakat Indonesia Libya merupakan bukti kepedulian KKMI dalam mencerdaskan kehidupan umat.


5. KEPENGURUSAN DAN KINERJA KKMI

Organisasi ini secara hierarki struktural terdiri dari:
1. MPA (Majelis Permusyawaratan Anggota)
2. DK (Dewan Konsultatif)
3. DPI (Dewan Pengurus Inti)
4. BO(BadanOtonom)

Secara sederhana, MPA adalah perwakilan mahasiswa yang dikomandoi oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan 4 Anggota. Dewan Konsultatif sesuai namanya adalah dewan yang difungsikan sebagai tempat konsultasi DPI dalam mengambil kebijakan organisasi. DPI ibarat badan eksekutif yang berperan secara aktif dalam mengambil segala keputusan dan kebijakan organisasi ini.

KKMI mengalami pergantian pengurus setiap satu tahun sekali sesuai dengan aturan yang termaktub dalam AD/ART KKMI. Jumlah anggota yang terus bertambah serta semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi, maka KKMI pun sering melakukan bongkar-pasang departemen. Untuk tahun ini tercatat ada 9 departemen yang ada di bawah Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Departemen-deartemen tersebut adalah : Pendidikan dan Kepustakaan, Da’wah, Humas, Olahraga dan Seni, Kaderisasi, Media dan Informasi, Kesejahteraan, Dana dan Usaha, dan Keputrian.

Kinerja Dewan Pengurus Inti KKMI dikawal secara langsung oleh MPA yang notabene adalah perwakilan mahasiswa dalam menyuarakan suaranya. DPI melaporkan semua aktifitas organisasinya setiap 3 bulan sekali agar senantiasa terkontrol sekaligus sebagai sarana evaluasi kerja guna menuju hasil yang lebih baik.


6. KKMI : DINAMIKA DAN PERSOALANNYA

Mahasiswa Indonesia cukup beragam. Jumlah Anggota KKMI yang ada saat ini (per Agustus 2008) adalah 107 orang. Keseluruhan adalah mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi yaitu : MUI, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad, NU dan Jam’iyah Washiliah. Dari segi latar belakang pendidikan umumnya mereka adalah lulusan pesantren. Demikian juga keragaman tanah kelahiran yaitu : Sumatera (Medan, Padang, Riau dan Bengkulu), Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Lombok.

Dari kondisi seperti ini dapat digambarkan bagaimana kadar pluralitas komponen KKMI, Keragaman seperti ini menjadi masalah sekaligus tantangan bersama bagi KKMI dalam hidup berjamaah untuk bisa menyatukan perbedaan yang ada. Secara lebih jelas kondisi onggota KKMI khususnya dan mahasiswa lain umumnya dapat digambarkan pada poin-poin berikut :

1. Keterbatasan dana menyebabkan beberapa rancangan pengembangan aktifitas tidak berjalan semestinya. Adalah menjadi suatu hal yang ironis ketika mahasiswa Indonesia disini tidak mampu merespon persoalan-persoalan aktual baik berupa kejadian-kejadian maupun perkembangan pemikiran yang aktual di Indonesia semata-mata karena keterbatasan finansial dimana informasi keindonesiaan umumnya bisa diakses melalui fasilitas internet.

2. Meskipun perpustakaan di Kuliah Da'wah terhitung sebagai perpustakaan terbesar di Libya, tetapi minat baca mahasiswa umunya tidak begitu besar disebabkan, pertama, tersitanya waktu untuk memfokuskan pusat perhatian kepada pelajaran di Kuliah yang jumlahnya cukup banyak. Oleh karena itu rata-rata nilai yang dihasilkan mahasiswa adalah jayyid, Jayyid Jiddan dan Mumtaz. Kedua, wacana pemikiran di Libya atau Kuliah Da'wah sendiri yang kurang interes (cenderung statis) dan kurang menstimulasi mahasiswa untuk menelaah buku-buku di perpustakaan.

3. KKMI pada setiap tahunnya dipercayai untuk menjadi tenaga musiman haji. Akan tetapi karena keterbatasan kesempatan yang diberikan (6 orang), maka pengalaman mengunjungi Rumah Allah di Tanah Suci tidak bisa dirasakan oleh setiap anggota walaupun sampai akhir masa pendidikannya. Apalagi jumlah mahasiswa Indonesia semakin tahun terus bertambah.


4. Para mahasiswa menikmati kebebasan berdiskusi dengan para Dosen tetapi dalam batas-batas yang tidak menyentuh politik pemerintah. Mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengadakan berbagai seminar ilmiyah yang di presentasikan baik oleh Dosen, mahasiswa Strata 1 (satu) tingkat Akhir ataupun mahasiswa Pasca Sarjana.

5. Kemajemukan mahasiswa Kuliah D'awah Islamiyah dengan perbedaan kultur dan adat negara menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi satu sama lain. Dalam kondisi seperti ini saling memahami dan mengerti merupakan prinsip interaksi mahasiswa yang harus di junjung tinggi.

6. Dengan kemajemukan mahasiswa yang ada tentunya organisai mahasiswa setiap negarapun bersifat majemuk. KKMI yang berdiri ditengah organisai mahasiswa lainnya selalu berusaha semaksimal mungkin menampilkan wajah Indonesia dengan sebaik-baiknya. Baik dengan megundang pembicara dari negara lain pada kegiatan diskusi interen KKMI ataupun berpartisipasi sebagai pengisi kegiatan-kegiatan yang di laksanakan pihak kuliahatau lembaga negara.

7. Keberadaan KBRI Libya yang menjadi pelindung KKMI. sangat memudahkan akses KKMI dengan masyarakatIindonesia Libya, bahkan kontritribusi yang diberikan kepada KKMI dapat membantu kelancaran kegiatan organisasi.

8. Kejenuhan yang yang terkadang timbul merupakan akumulasi dari berbagai persoalan diatas yaitu, terbatasnya ruang gerak, penyaluran kreativitas yang kurang maksimal dan juga tuntutan untuk bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan jumlah yang cukup banyak.

Demikianlah diantara kondisi umum KKMI khususnya dan mahasiswa Kuliah Da'wah Islamiyah umumnya Tripoli Libya. Hal ini selain menjadi persoalan bagi KKMI, sekaligus menjadi tantangan atas tuntutan yang di emban komponennya untuk menjadi mahasiswa sukses dan berhasil yang juga merupakan sesuatu hal penting yang tidak mereka abaikan. Predikat yang mereka sandang sebagai mahasiswa Timur Tengah juga menjadi tanggung jawab yang harus mereka emban. Maka tantangan seperti itu membuahkan kerja keras mahasiswa dalam Proses pendidikan di Libya sehingga menampakkan catatan hasil dan prestasi. Diantara hal yang bisa dicatat sebagai hasil aktifitas dan dinamika KKMI di Libya adalah :

1. KKMI Kuliah Da'wah dikenal sebagai organisasi yang paling teratur, rapih dan banyak memiliki aktifitas dan dinamika. Hal ini dibuktikan dengan frekuensi kegiatan internal maupun eksternal yang cukup tinggi. Kerjasama berbagai bidang baik antar mahasiswa ataupun dengan kuliah dalam beberapa event besar nasional Libya di Kuliah Da'wah mampu dilaksanakan oleh KKMI dengan baik.

2. Diskusi-diskusi ilmiah yang berfrekuensi sebulan 2 (dua) kali dengan berbagai materi dan pembicara baik yang berbahasa Indonesia maupun Arab dengan pembicara dari mahasiswa Indonesia ataupun undangan dari mahasiswa asing di tingkat pasca sarjana rutin kami lakanakan.

3. Penerbitan buletin setiap 1 bulan dan majalah minimal 1 edisi/tahun sebagai sarana penyaluran kreativitas, minat dan bakat mahasiswa Indonesia dalam bentuk karya tulis seperti : artikel, cerpen, puisi, argumentasi, dll.

4. Prestasi belajar yang cukup tinggi tercermin pada Taqdiir (predikat) yang diraih mahasiswa Indonesia. Umumnya mereka berpredikat jayyid, jayyid jiddan dan mumtaz.

5. Kontak relasi dan kerjasama baik ilmiah maupun keorganisasian dengan berbagai PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di negara lalin seperti : Mesir, Iraq, Suriah, Pakistan, Yordania, Yaman, Tunisia dan lain-lain.

6. Pembinaan anak-anak dan remaja juga menjadi fokus kegiatan KKMI. Pola fikir Islami, kemampuan membaca Al-quran, penanaman akidah Islamiyah, pendidikan akhlakul karimah menjadi materi-materi khusus yang di sajikan KKMI.

7. Perhatian KKMI terhadap olahraga dan seni juga cukup besar. Untuk tahun ini KKMI dipercaya untuk menyelenggarakan Asian Games 2008.

8. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, KKMI juga berpartisipasi aktif dalam hampir seluruh kegiatan bernafaskan cinta tanah air.


7. PENUTUP
Demikianlah tulisan ini kami persembahkan sebagai gambaran secara umum mengenai organisasi KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) yang berada di Tripoli Libya sebagai bahan rujukan dari berbagai pihak, serta dapat memberikan manfaat yang sebesar besarnya.

Selanjutnya....

Olimpiade KKMI 09... "Sport for Friendship".

27 Mar 2009
Jum'at, 20 Maret 09, merupakan hari olahraga bagi masyarakat KKMI Libya. Seperti biasa lapangan utama kampus KDI, kembali diramaikan. Kali ini, departemen olahraga dan seni mengadakan Olimpiade KKMI dengan membagi jumlah mahasiswa indonesia dalam beberapa regu.....


Dengan jumlah mahasiswa sejumlah 110 kami membagi menjadi 7 klub dengan nama-nama armada pesawat terbang, seperti garuda airlines FC, Bouroq FC, Adam Air FC, Lion Air FC, Merpati Air FC, Batavia Air FC, Sriwijaya Air FC dengan kapasitas 14 or 15 orang. Adapun cabang yang dilombakan yaitu sepak bola,basket, voli, tenis meja(tunggal&ganda), atletik(sprint,estafet,marathon), plus perlombaan tradisional (mendorong bola ke gawang,tiup cabe ke dalam botol,memasukkan pensil ke dalam botol, membawa kelereng dengan sendok, makan pisang)plus lomba kesenian berupa membuat bingkai foto dari bahan dasar kardus untuk mengasah kreatifitas seni.Adapun untuk mahasiswi yang berjumlah 18 orang dibagi menjadi 4 klub dengan kapasitas 5 or 4 orang, dan cabang yg dilombakan adalah atletik (sprint dan estafet),loncat skiping, memasukkan bola basket ke dalam ring,perlombaan tradisional (bawa gundu dengan sendok, makan pisang) plus perlombaan dalam bidang kesenian(membuat tas dari kardus,menghias lampu belajar,membuat hiasan dinding kamar). Tahun ini merupakan olimpiade KKMI yang memecahkan rekor paling panjang waktunya, dimulai dari tanggal 20 maret 2009 sampai dengan 2 mei 2009...Tahun lalu kami juga telah membuat rekor dengan mengadakan pertandingan dalam berbagai cabang olahraga dan seni. Tujuan diadakannya olimpiade adalah untuk merefresh kawan-kawan setelah menghadapi ujian tengah semester, dan juga sekaligus mempererat ukhuwah dalam canda dan tawa riang. Dengan slogan ENJOY WITH US... Departemen Olahraga berusaha mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk ber-enjoy ria dalam nuansa olahraga dan seni. Salam olahraga...^_^.

Selanjutnya....

(Libya) Maulid Nabi...Dan Konferensi Tokoh islam Sedunia

16 Mar 2009


Selasa, 10 maret 2009, bertepatan dengan 13 rabiul awal 1430 H, WICS mengadakan sebuah pertemuan akbar para tokoh dan ulama sedunia dalam rangka memperingati Maulid nabi Muhammad saw. Acara Maulid yang diadakan di Nouakchott, ibu kota Mauritania ini merupakan acara yang diselenggarakan untuk yang keempat kalinya.

Acara ini dihadiri ribuan tokoh muslim dari 86 negara di dunia. Diantaranya Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Srilangka, India, Singapore, Fhilipina, Thailand, Kamboja, Indonesia, Uzbekistan, Ukraina, Tajikistan, Rusia. Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Switzerland, Italia, Albania, Kosovo, Malta, Swedia, Belanda, dan juga beberapa tokoh islam dari Amerika Serikat.
Tokoh terbanyak datang dari benua Afrika, seperti Burkinapaso, Mali, Niger, Ghana, Gambia, Guinea, Gabon, Kongo, Burundi, Rwanda, Kenya, Mozambique, Madagascar, South Afrika, Malawi, Zimbabwe, Namibia, Botswana, Zambia, Swaziland, Chad, Republik Afrika Tengah, Cameroon, Tanzania, Comoro, Benin, Uganda, Mesir, Aljazaair, Maroko, Tunisia, Sudan, Somalia, Djibouti,
Di hadapan para tokoh-tokoh dan ulama sedunia, Al-Qoid Muammar Khadafi, menyampaikan pidatonya dengan penuh semangat menghimbau agar semua umat Islam memegang panji dakwah ini dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Kemudian Khadafi juga mengharapkan agar segala bentuk diskriminasi yang terjadi pada ummat Islam dihilangkan. Di samping itu juga, pemimpin Negara hijau ini meminta dukungan dari para tamu undangan untuk mendirikan daulah Fathimiyah baru.
Dalam peringatan maulid ini juga, ada beberapa tokoh, kepala suku dan pemimpin negara yang menyatakan dua kalimat syahadat dihadapan Qadhafi dan para tokoh muslim lainnya. Seperti 5 tokoh dari Burkinapaso, 3 tokoh dari Uganda, 16 tokoh dari Sudan, 8 tokoh dari Benin dan Menteri Perhubungan Pantai Gading.
Dalam kesempatan ini, Indonesia mengutus 23 orang yang datang dari berbagai ormas seperti, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Persis, Raabithah, Dewan Dakwah Islamiyyah, Alwasliyah, Al-Ittihadiyah, Al-Irsyad, MUI, dan Dewan Masjid Indonesia. Turut pula diantara rombongan Ustadz Muhammad Arifin Ilham, pimpinan Majlis Zikir adz-Zikra. Sehari sebelum menuju ke lokasi acara, para tokoh dan ulama Indonesia menyempatkan untuk berkunjung ke Kulliyyah Dakwah al-Islamiyah (Tripoli – Libya) dan bertemu dengan mahasiswa indonesia yang sedang menuntut ilmu di lembaga dakwah ini.
Dalam kunjungan tersebut, Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia – Tripoli, sempat mengadakan acara silaturahim bersama para tokoh utusan Indonesia, yang dilanjutkan dengan dzikir bersama ustadz Muhammad Arifin Ilham. Ikut berpartisipasi dalam acara, Bapak Duta Besar Indonesia untuk Libya, Drs, Sanusi.


Selanjutnya....

Untukmu sobat CAMABA .... part 1.

24 Sep 2008
Welcome to Libya... tapi bentar dulu ya! Sebelum sobat-sobat semua menginjakan kaki di “negeri hijau” ini, ada baiknya sobat sekalian baca artikel ini ( penting lo jeng!!!). Soalnya kita disini bisa dianalogikan sebagai prajurit perang, yang harus mempersiapkan segalanya untuk meraih kemenangan. Jadi, jangan sampe ketika musim dingin tiba ( puncak lewat boss!!!) sobat semua bisa mati kedinginan, waduuh...(kaya bajuri)!!! So perhatiin abiz ni artikel, yang kami khusus rangkum dari pengalaman tahun kemarin.

Diantara hal yang wajib dibawa dengan selamat sampe Libya, yaitu berkas-berkas yang dikumpulkan oleh sobat-sobat baru di PP.Muhammadiyah (Biasanya berkas-berkas itu dibagikan sebelum take off). Soalnya berkas-berkas itu berhubungan dengan pendaftaran masuk di kampus, kalo ada yang ketinggalan atau hilang di jalan bisa berabe urusannya... kemungkinan terburuknya, sobat-sobat semua bisa nggak jadi kuliah!! Nah lo... Pasti semuanya nggak mau kaya gitu kan?!!! Nah sekarang dari berkas-berkas itu ada beberapa yang harus lebih diperhatikan. Contohnya nech: Ijazah aslinya jangan lupa bro!!! Tahun kemarin ada 2 orang sobat kita yang ijazah aslinya ketinggalan di Indonesia, hampir-hampir mereka nggk bisa kuliah!! Untungnya, ada gelombang ke-2, jadinya bisa dititipin, kalo nggk ada mereka, Wallohu a’lam bishowab dech!!! Truzzz, bawa pas photo (terutama 4x6) yang buanyaakkk supaya disini nggk repot-repot lagi. Selain persyaratan waktu pendaftaran, pas photo itu dipake juga buat dapetin no telpon (alias sim card hp) di Libya, pembuatan iqomah (izin tinggal), atau buat ngisi diary temen-temen baru yang warna-warni (you‘ll know them later!!!).
Trus... Untuk terus survive disini. Sobat-sobat hendaknya mengisi koper dengan barang-barang yang bener-bener bermanfaat untuk kehidupan selama di Libya. Soalnya, keadaan disini agak sedikit berbeda dengan di Indonesia. Contohnya: cuaca, makanan dll lah. Makanya, sobat-sobat baru harus pandai-pandai memilih barang-barang yang akan di bawa ke Libya.
So, kita saranin untuk bawa pakaian musim dingin yang cukup memadai. Seperti beberapa buah jaket tebal, kaos kaki panjang n' tebal (kaya buat maen bola, atau buat camping ke gunung), sarung tangan yang tebal, dll. (inget2 ting... untuk musim dingin, jangan yang ecek2, whehehe). Semua itu bisa sobat cari di toko-toko khusus yg biasa menjual pakaian musim dingin, kaya Factory Outlet (FO) yang terdapat di berbagai daerah, Jakarta, Bogor, Bandung n laen2nya, atau juga stand EIGER ataupun sejenisnya. (cari ndri yaa..). Nah, kalo niatan untuk beli ini-itu semua disini, bisa juga. Tapi kite2 saranin jangan deh bro.. sebab selain harga nya yang mahal, kwalitasnya pun gak begitu baik.
Ups, hampir kelupaan... kayanya sobat-sobat juga butuh nih ama yang namanya celana training, pastinya ya untuk olahraga. Nah, khusus untuk sobat yang seneng maen bola, boleh deh sepatunya juga ikut dibawa. Selain itu, jangan lupa yaa... kalo kita tuh duta bangsa disini, banyak acara-acara resmi yang terkadang kita hadiri. Karna itu, bawa baju-baju formil, seperti baju batik, kemeja atau koko. Kalo punya Jas, sekalian ntu dibawa yaa...
Setelah kite ngomongin baju-bajuan. Barang lainnya yang harus sobat-sobat bawa, yaitu obat-obatan pribadi, terutama bagi sobat yang memiliki penyakit khusus. Juga vitamin2 yang kira2 sobat butuhin, inget ... cuaca disini agak ganas, karna itu butuh daya tahan tubuh yang prima.
Untuk kebutuhan akademik, minimalnya sobat semua bawa kamus arab n inggris. Untuk kamus Arab, kita merekomendasikan kamua al-‘Ashri (kontemporer), bisa juga kamus2-kamus lainnya yang cukup besar memuat kosakata arab seperti al-Munawwir, dll.
Phiuhh.. dah banyakkan? Nah, kalo diantara sobat yang tasnya masih longgar, kite saranin bawa makanan n bumbu masakan (kecap/saos/bumbu cepat saji) secukupnya, yah kira-kira sampe lidah sobat semua terbiasa, mengingat masakan disini berbeda dengan masakan-masakan di Indo.
Dah dapet bayangan kan??? Ntu semua, barang-barang yang sebisa mungkin dibawa ama sobat semua. Kalo yang lainnya up to you lah, kaya kaos, celana , sarung, alat mandi atau foto-foto keluarga, kalo emang tasnya masih cukup. So.... met persiapan, met jalan and selamat sampe tujuan.
Panitia FORTASI (Forum Ta’aruf dan Orientasi) mahasiswa baru ‘08
Contact Person:
• Irham Hudaya, Hp: +218923794882/ Email: ibane_ethazieqy@yahoo.com
• Jiana Ikmal Ma’asy, Hp: +218923671277/ Email: jiay_libyana@yahoo.com
• Miftahul Risal, Hp: +218924611897/ Email: iftah_risal@yahoo.com






Selanjutnya....