SPA: KKMI Resmi Regenerasi

24 Jul 2010
TRIPOLI, Jumat (23/07), tepat pukul 20.00 waktu Tripoli, Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) KKMI secara resmi ditutup. Acara tahunan ini merupakan penutup dari seluruh program organisasi selama satu periode jabatan. Bertujuan sebagai evaluasi akhir serta regenerasi kepengurusan, SPA telah mengagendakan beberapa hal keorganisasian sejak tiga hari kemarin, Selasa, (20).

Bertempat di gedung Nadi Karate, Kampus Kuliyah Dakwah Islamiyah, sidang pertama kali dibuka oleh ketua MPA, Kusworo Nursidik yang dilanjutkan dengan pembahasan tatib serta laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Inti (DPI) dan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS).

Setelah sempat sedikit tegang, dari hasil rapat sidang, dinyatakan bahwa LPJ DPI dan LAZIS periode 2009/2010 diterima secara bersyarat. Sidang menetapkan agar DPI dan LAZIS melengkapi seluruh data yang masih kurang serta merevisi redaksi laporannya.

Pada hari kedua, Rabu (21), agenda pemilu ketua KKMI periode 2010-2011 yang diadakan di basement 209 juga dapat berjalan lancar. Meski sedikit berbeda dari sistem pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, warga KKMi terlihat cukup antusias untuk memberikan suaranya kepada calon yang didukungnya. Hal ini terbukti dengan hamper 96% menggunakan hak pilihnya dari jumlah total pemilih yang mencapai 111 orang.

Untuk hasil pemilu, suara terbanyak diperoleh oleh Sdr. Miftahur Risal dengan jumlah mencapai 49 suara, disusul Sdr. Rahmat Arafah: 47, Syamsul Haq: 8 dan abstain: 2. Dengan ini, Risal resmi terpilih sebagai ketua KKMI untuk periode 2010/2011 ke depan.

Sedangkan untuk pemilihan presidium sidang dan MPA diadakan pada hari ketiga, kamis (22), dengan keputusan Sdr. Sidiq Nugroho, Jiana Ikmal Ma’asyi, Joko hariadi, Idris Sholeh, Lc, Syamsudin, Lc, Kusworo Nursidik dan Nuryadi sebagai anggota MPA terpilih.

Pada hari terakhir, Jum’at (23), sidang mengagendakan pembahasan Garis-garis Besar Program Kerja (GBPK) serta rekomendasi organisasi. sidang ini merekomendasikan adanya penataan dan pendataan oleh KKMI terhadap kegiatan-kegiatan organisasi non KKMI yang berada di kampus disamping itu, m engenai badan LAZIS ditetapkan agar dibahas dengan pihak KBRI Tripoli. (ad)
Selanjutnya....

Laporan Hasil Workshop I-4 Cairo

18 Jul 2010
LAPORAN HASIL WORKSHOP DAN SOSIALISASI
IKATAN ILMUWAN INDONESIA INTERNASIONAL (I-4)
WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA

Cairo, Ahad-Senin, 11-12 Juli 2010

A. PENDAHULUAN

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, acara Workshop dan Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) Wilayah Timur Tengah dan Afrika telah terselenggara pada tanggal 11 - 12 Juli 2010 di Cairo, atas kerjasama Perwakilan Wilayah (I-4) Timur Tengah dan Afrika dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Cairo.

Workshop dan Sosialisasi dimaksudkan sebagai forum konsolidasi organisasi agar tercipta persepsi dan komitmen bersama dalam rangka mendukung tercapainya cita-cita luhur pembentukan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Disamping itu, kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya untuk mencari jalan keluar dari dua persoalan yang kini menjadi perhatian masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat Internasional umumnya, yaitu Terorisme dan Perdagangan Manusia (Human Traficking).

Workshop dan Sosialisasi dihadiri oleh para delegasi Ilmuwan dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dari negara-negara Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika yang meliputi Mesir, Syiria, Maroko, Libanon, Sudan, Turki, Libya, Yaman, India, Iran, Jordan. Di samping itu, tururt hadir juga dalam acara ini para ilmuwan local dari Mesir, dan para ilmuwan peneliti dari Rusia, Swedia, Perancis, Singapura, Belanda, dan para tokoh dari Indonesia.

B. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Setelah melalui serangkaian pembahasan yang mendalam terhadap materi-materi pokok Workshop, maka para peserta menyimpulkan dan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

Keorganisasian:
Mengingat pentingnya kedudukan organisasi I-4
1. Perlunya pengukuhan terhadap Perwakilan-perwakilan Wilayah I-4 berikut negara-negara cakupannya di seluruh dunia
2. Perlunya menetapkan sebuah aturan organisasi yang definitif sebagai pedoman pelaksanaan aktivitas keorganisasian I-4
3. Perlunya melakukan pendataan akurat terhadap para ilmuwan Indonesia di seluruh dunia dan mendorong mereka bergabung dalam keanggotaan I-4
4. Perlunya merumuskan sebuah mekanisme penyaluran aspirasi dan rekomendasi dalam berbagai bidang sebagai bentuk kontribusi anggota I-4 dalam reformasi nasional
5. Mendorong Pemerintah memperhatikan usulan, saran, dan kontribusi positif para ilmuwan Indonesia di seluruh dunia dalam mengambil kebijakan strategis demi kepentingan nasional.

Radikalisme dan Terorisme
Para peserta menyadari bahwa persoalan radikalisme dan terorisme sangat kompleks dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk menanggulaginya. Namun demikian, peserta memandang perlu memberi rekomendasi sebagai berikut:

1. Menumbuhkan budaya demokrasi di semua elemen masyarakat, sehingga setiap inisiatif atau usulan disampaikan dan diperjuangkan melalui instrumen demokrasi.

2. Menanamkan sikap toleran dan menghargai keragaman, karena perbedaan dalam agama, pemikiran, sikap, kultur, dan budaya adalah natural.

3. Mendorong Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memberi kesempatan seluas-luasnya, serta mendorong dengan sungguh-sungguh, kepada model keagamaan yang toleran, yang selaras dengan kebhinekaan budaya Indonesia.

4. Menjadikan dialog dan silaturrahmi nasional sebagai agenda bangsa untuk menghindari ketarasingan satu kelompok tertentu, dan tidak terakomodirnya kepentingan-kepentingan kelompok tersebut.

5. Mendorong Pemerintah Indonesia turut berperan aktif dalam penegakan keadilan di dunia internasional, terutama dalam pembebasan suatu bangsa dari penjajahan bangsa lain, karena perampasan hak dan kesewenang-wenangan suatu bangsa atas bangsa lain disinyalir sebagai salah satu faktor berkembanganya radikalisme dan terorisme.

6. Penanggulangan radikalisme dan terorisme hendaknya dilakukan secara trasparan dengan menggunakan bukti-bukti yang valid dan objektif, dengan menggunakan prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia.

7. Mendahulukan sifat kemanusiaan dan cinta kasih dari pada tindakan kekerasan dalam mereduksi gerakan radikal dan teror.

8. Melakukan pendataan dan menginformasikan berdasarkan penilaian objektif dan valid mengenai institusi pendidikan di luar negeri yang dapat memberikan pemikiran radikalisme bagi pelajar Indonesia di luar negeri.

9. I-4 mengadakan kajian intensif rutin dalam upaya mengikis pemikiran radikalisme Indonesia.

10. Membuat buku panduan untuk pelajar Indonesia di luar negeri sebagai upaya mengurangi pemikiran radikal.

Human Trafficking

1. Menyediakan informasi terbuka lowongan kerja di luar negeri pada Dinas Tenaga Kerja Daerah khususnya di daerah-daerah yang banyak mengirimkan TKI.

2. Memberantas praktek-praktek perekrutan dan penampungan ilegal calon tenaga kerja ke luar negeri.

3. Meningkatkan pemberdayaan balai-balai latihan kerja/keterampilan guna mempersiapkan bekal keterampilan tenaga kerja yang akan diberangkatkan.

4. Menindak secara tegas para pengerah tenaga kerja yang melakukan pemalsuan dokumen atau tidak melengkapi tenaga kerja dengan perjanjian kerja, sertifikat kesehatan, sertifikat pelatihan 200 jam, dan dokumen lainnya.

5. Menginformasikan data semua tenaga kerja Indonesia yang diberangkatkan ke luar negeri baik kepada Kementerian Luar Negeri RI maupun Perwakilan RI dimana TKI tersebut akan ditempatkan

6. Mendorong organisasi keagamaan untuk membentuk sebuah divisi baru penanganan kekerasan terhadap perdagangan manusia (Human Trafficking) secara nasional, dari level pusat hingga akar rumput

7. Untuk mengurangi kasus trafficking terhadap TKI unskilled labour atau domestic worker di Negara tujuan, ormas-ormas Islam melalui pemerintah atau dengan menggunakan jaringan organsisai Islam se-dunia secara intensif mendesar Negara-negara Timur Tengah untuk melaksanakan rekomendasi Al-Lajnah ad-Daimah li ad-Dirasah al-Ilmiyyah wal Ifta’ (Saudi Arabia), Qitha’ al-Ifta’ (Kuwait), Darul Ifta’ (Mesir) dan lembaga-lembaga fatwa lainnya yang menyerukan perlakuan baik dan perlindungan kepada domestic worker migrant

8. Lewat divisi antri-traffickingnya, ormas Islam Indonesia dapat juga menjalin kerja sama dengan Arab Office of Human Right yang berbasis di Mesir dan mempunyai jaringan di beberapa Negara Arab serta memliki konses mengenai perlindungan buruh migrant

9. Pembinaan keagamaan dan pendampingan para TKI atau masindo secara umum di Negara-negara tujuan atas prakasa KBRI masing-masing Negara tersebut, atau di bawah koordinasi langsung dengan Kementrian Luar Negeri R.I pada even-even Islam atau menyesuaikan even nasional Negara bersangkutan dengan melibatkan sumber daya manusia ormas Islam yang ada di luar atau dalam negeri.

10. Membentuk Satuan Tugas tenaga kerja Indonesia di luar negeri untuk mengkoordinasikan permasalahan ketenagakerjaan di luar negeri.

11. Mengoptimalkan pemeriksaan dokumen sebelum berangkat ke luar negeri dengan pengawasan BNP2 TKI.

12. Grand design untuk pengiriman TKI ke luar negeri menuju pengiriman tenaga kerja Profesional ke luar negeri.

13. Peninjauan kembali kebijaksanaan pengiriman Penata laksana rumah tangga (PLRT) ke Timur Tengah, mengingat tingginya kekerasan yang dialami oleh PLRT.

Disahkan di Cairo
Pada Tanggal 12 Juli 2010


Koordinator Kawasan Timur Tengah & Afrika: Dr. Fadlolan Musyaffa, MA

Sekretaris Jendeeral: Achmad Adhitya, PhD

Selanjutnya....

Liga Daerah KKMI

Pertandingan yang luar biasa!!! Selama dua hari kemarin (16-17/07), Departemen Kesenian dan Olahraga KKMI mengadakan pertandingan mini soccer antar daerah yang dikelompokkan menjadi lima daerah yaitu: Jawa tengah-Jawa timur, Jakarta, Indonesia timur, Jawa barat dan Sumatra.

Pertandingan berlangsung dengan sportif walaupun semuanya berambisi untuk menang. Namun, peraturan harus tetap berlaku bahwa hanya ada satu tim yang bisa menjadi pemenang. Tim Jawa tengah-Jawa timur berhasil menggondol posisi jawara kali ini dengan menyisihkan tim-tim lainnya. Berbagai goal indah telah dicetak oleh Miftahul Risal, Sidiq Nugroho, Zahabi dan Farid.

Tim Indonesia timur merupakan tim terkuat kedua dengan permainan yang cukup cantik dan disusul dengan tim Jawa barat dan Jakarta dengan point yang imbang. untuk tim Sumatra berada dalam urutan terakhir karena sama sekali tidak memperoleh point.

Kemudian untuk top scorer pada event kali ini, disabet oleh Suhandi “udet”, pemain asal Lombok yang tergabung dalam tim Indonesia Timur.

Berikut hasil perolehan poin dari tiap tim:



Jadikanlah olahraga sebagai ajang untuk mempererat ukhuwah. dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Salam olahraga.

Selanjutnya....